Entry: LoVeNa Thursday, August 31, 2006



            Wah, ada email yang masuk nih! Pikir randy senang. Segera dia membukanya. Tapi, setiap hari kekecewaanlah yang selalu dia dapat. Bukan dari si manis. Melainkan dari cewek lain yang mau kenalan dengannya.

            Padahal, kalian tahu kalau surat itu sebenarnya dari Joanne sendiri. Hanya dia berpura-pura jadi orang lain. Katanya sih, gengsi gitu. Ce..i..le..jaman sekarang kok masih gengsi-gengsian. Kata si penulisnya sendiri. He..he..he…he..

            “Bukan dari jo, tapi Irene. Siapa Irene ya?”Tanya randy resah. Kenapa dalam hatinya randy ingin sekali membalas surat ini? Padahal jelas-jelas bukan dari dia. Melainkan orang lain.

            Randy tanpa sengaja ngeklik tombol tulis. Dan dia membalasnya.

            Subject: hi, boleh kok!

            To:       Irene@yahoo.com

 

            Hi juga! Sapa bilang ga boleh? Memangnya aku ini anaknya presiden?

            Oh, ya kita kenal dimana ya? Rasanya nggak prnah chat deh!

 

            Randy

           

            Send….delivered.

 

            Randy sedikit kecewa. Tiada hari tanpa kesendirian. Hidup hanya dengan ayahnya saja. Ibunya sudah lama meninggal. Ayahnya pun di Yogyakarta. Tahu sendiri bukan kalau ayahnya randy itu rector kampus.

            Randy merebahkan dirinya di kasur.

            Melamun….

            Jika hati sudah tertambat

            Pada siapa aku kan mengadu

            Mencari hati yang sudah melekat

            Tak peduli hatiku pasti kan datang padaku…

 

                        Biarlah waktu yang akan menjawab semua..

                        Karena siapa tahu sang pencipta memintaku bersamanya

                        Joanne, sayangku…

                        Aku cinta padamu….

 

            Randy menutup matanya. Sepertinya, dia bermimpi indah….

            Mimpi tentang dirinya….si manis Joanne.

*

            “Woaah…ehm!”aku menguap lebar. Melirik jam wekerku. What’s sudah jam delapan pagi?. Aku bergegas bangun dan mandi. Biar air dingin menusuk tulangku. Tak kurasakan sakitnya. Karena hari ini adalah awal dari presentasiku di kampus. Tapi, sepertinya aku mendengar suara rintik-rintik hujan. Aku mengintip jendela.

            “Busyet! Hujan deras, gimana ini?”ujarku cemas. Cepat-cepat aku keluar dari kamar mandi. Pikiranku benar-benar kacau.

            Tlit..tlit..tlit..bunyi handphoneku mengejutkanku.

            “Ya, astrid ada apa nih?”tanyaku

            “Hei jo, kelas dibatalin, kamu di kos-kosan ya?”ujarnya

            Apa? Kelas dibatalkan? Payah…padahal semalaman aku sudah mempersiapkan diriku untuk tugas yang satu ini. Aku jatuh terduduk.

            Aku menutup ponselku. Tak ada yang ingin kujawab. Hanya, sebuah kekecewaan yang ada.

            Seperti bulan dalam khayalan…

            Menangis sedih tak berair mata…

            Seperti manusia ingin meraih bintang…

            Tak ada guna melukai diri sendiri….

                       

            Aku duduk termangu. Tak ada gunanya menyesali. Aku menyalakan komputerku. Seperti biasa jika aku sedang dalam keadaan suntuk. Kira-kira randy ngereplay nggak ya? Gimana kalau aku pakai nama asliku saja. Tapi, nanti dia pasti kegeeran.

            You have 1 message

            Wah…ada surat masuk. Ya Tuhan semoga dari dia. Sudah dua bulan ini aku tak melihat wajahnya, tak mendengar suaranya dan ejekannya.

            Klik….

            Aku membaca isinya, benar! Dia tidak tahu kalau itu aku yang menulisnya.

            Aku teruskan saja. Sampai nanti dia benar-benar sadar bahwa sebenarnya itu adalah aku.

            Kadang, hati tidak sama dengan perkataan….

            Kadang, tak semua perkataan sama dengan hati…

            Kadang, semua itu terjadi karena satu alasan….

            Kadang, menyimpan di hati lebih aman daripada….

            Mendapatkan malu…

*

BAB 3

Keinginan kuat untuk membujuk mama supaya bisa rukun kembali dengan papa membuat pikiran terasa begitu penat. Tak ada satupun cara yang membuatku bisa mencoba menyatukan mereka. Mungkin jika aku benar-benar mati dan tak ingin hidup lagi. Kemungkinan bisa mendamaikan mereka berdua.

            Kira-kira ….

            Apa masih bisa?..

            Tak mungkin….

            “Joanne!bangun!”teriak mama memanggilku. Ah…..di hari ini aku benar-benar kelelahan sekali. Sepertinya, aku baru ingat kalau hari ini adalah hari dimana randy akan pergi meninggalkan kota Yogyakarta.

            Randy akan pergi meninggalkan kota ini? Kampus ini? Tanyaku gelisah.

            “Ada apa sayang?”Tanya mama melihatku cemas.

            Aku terdiam melamun. Lalu menatapnya.

            “Ma, kira-kira kalau cewek bilang suka sama cowok boleh nggak?”tanyaku.

            Mama tersenyum memandangku yang berwajah penuh kegelisahan.

            Dia mengangguk.”Boleh sayang, daripada Cuma disimpan?iya kalo dia juga suka sama kamu kan enak”jawabnya padaku.

            Aku memalingkan muka. Gimana bisa dia suka? Dia kan benci sekali padaku. pernah kujambak rambutnya lagi. Gara-gara dia baca bukuku.

            “Kenapa sayang?kamu suka siapa?”Tanya mama penasaran.

            “Ehm…teman sekampusku, namanya Randy”jawabku.

            “Randy, orangnya cakep nggak?”tanyanya

            Aku tersenyum dan mengangguk.”Iya, tapi…”

            “Tapi apa sayang?”tanyanya.

            Aku menangis.”Dia sudah membenciku”sahutku terisak-isak.

            “Kenapa dia benci sama kamu sayang?”

            Aku masih menangis.

            “Aku salah sama dia ma, aku kira kalau kita benci sama cowok nanti aku bakal suka sama dia, tapi…tapi…dia salah mengerti”ujarku.

            Mama memelukku.”Ya sudah sayang, nggak apa-apa”

            “Terus, jo harus gimana?apa jo harus minta maaf sama dia sebelum dia pergi?”tanyaku

            Mama mengangguk.”Daripada terlambat tak ada gunanya?”

            “Tapi, jo malu ma”

            Mama tersenyum”Tidak usah malu, jangan seperti papa, orangnya keras kepala. Akhirnya kan jadi seperti ini”

            “Ma, kalau dia tidak suka gimana?”tanyaku ketakutan.

            “Pasti dia suka sama kamu sayang”

            “Darimana mama tahu?”

            “Kalau perasaanmu saja suka sama dia, berarti dia juga sama”ujarnya menenangkanku.

            “Benar?”

            “Benar sayang, temuilah dia sebelum terlambat”pintanya.

            Mimpi itu…yang kulihat saat itu adalah Randy sudah pergi meninggalkanku sendiri. Gambaran itu begitu terasa jelas. Lalu, aku harus bagaimana? Tanyaku gelisah.

            Tak bisa kubayangkan jika aku mengatakan suka padanya. mukaku ditaruh dimana. Mama memintaku lekas dan menemuinya. Cintaku akan pergi jauh. Jika tak kukatakan sekarang, nanti tak berguna. Dia..selalu meminjam bukuku. Walau dia bungkam gara-gara setelah tragedy memalukan itu. Sudahlah…aku harus mengatakannya. Harus…tak boleh tidak.

            Aku bergegas menuju kampus UGM. Mencari astrid dan temannya randy.

            “Hei…astrid!kau tahu dimana randy?”tanyaku

            Astrid terdiam melongo.”Ha? kenapa tiba-tiba kamu nanyain dia?”

            “Ah, sudahlah dimana dia sekarang?”tanyaku.

            “tadi, aku lihat dia pergi sama Andi. Mungkin sekarang, dia ada di Hall A”sambung astrid terheran melihatku panik.

            “Ok!aku kesana ya?”kataku padanya lalu meninggalkannya.

            Aku berlari mencari sosok randy…kira-kira apa dia masih disini? Aku mencari dan mencari.

            Aku…mencari sosok yang akan pergi dariku…

            Tak…ada bayangan satupun yang kulihat…

            Jika dia pergi….

            Aku akan mati menyimpan rasa duka yang kubuat sendiri…

 

            Aku harus menemukannya. Sambil kubawa buku-bukuku yang pernah dia pinjam dulu. Aku ingin memberikannya kenangan. Setidaknya satu buku yang dia suka.

            Sepertinya, aku melihatnya. Itu dia! Dia memakai kaos kemeja biru. Langkahku berhenti tiba-tiba. Aku sedikit takut. Perlahan-lahan aku mulai mendekatinya. Aduh…gimana ini? Kalau dia melihatku. Aku malu.

            ”Ran..randy”panggilku.

            Dia menoleh ke arahku. Dan terheran. Aku bisa melihat raut wajahnya tersirat kebingungan.

            “Joanne?ada apa?”tanyanya. busyet!dia menyapaku balik. Apa dia melihat kalau aku gemetaran?

            Dia juga tersenyum padaku. Ya Tuhan! Cakep sekali.

            Dia mulai menghampiriku. Aku tertegun sekaligus ketakutan. Pesan dari mama haruskah kusampaikan?

            “Ran..aku min..minta maaf kalau dulu aku pernah salah sama kamu”ujarku padanya dengan menunduk malu.

            Dia tersenyum lagi.”Nggak apa-apa kok!justru aku yang harus minta maaf, soalnya aku sebenarnya sengaja membuka map filemu itu” jawabnya membuatku terkejut.

            “Ja..jadi kamu baca beneran ya?dasar kamu!”ujarku geram.

            Dia tertawa.”Aku baca kok tulisanmu itu”

            Aku terdiam. Rona mukaku berubah menjadi merah.

            “Kau baca apa?”tanyaku

            “Kau suka padaku bukan?”ujarnya.

            What’s beneran dia baca tuh bagian penting dan memalukan itu. Busyet!!!!

            “Iya, aku memang sejujurnya suka sama kamu, jadi sebelum kamu pergi aku katakan saja daripada menyesal”sahutku malu.

            “Jo, aku mau bilang kalau aku…”jawabnya terputus setelah dibelakangnya ada seorang cewek yang memanggilnya.

            “Sayang, yuk berangkat!”ucap wanita misterius itu. Aku memandangnya.

            Randy tersenyum juga padanya.”Iya sebentar lagi deh, Rhanie!mau kukenalkan sama temenku yang dulu pernah jambak rambutku nggak?”ujarnya pada wanita itu. Aku sama sekali tidak mengerti sebenarnya, apa maksudnya dia padaku?

            “Oh ya!mana sayang?”Tanya wanita itu padanya.

            Randy menoleh padaku dan tersenyum. Senyumannya menyimpan kelicikan.

            “Jo, kenalin ini cewekku. Dia anaknya temannya papaku, aku sudah jalan sama dia enam bulan ini”ujarnya membuatku terkejut setengah mati. Malah, mungkin benar-benar mati.

            “Cewek kamu? Jadi selama ini kamu sudah punya cewek?’tanyaku penasaran.

            Dia mengangguk.

            “Makasih ya, sebenarnya dulu aku juga suka sama kamu, tapi…kejadian waktu itu membuktikan bahwa kamu sudah benar-benar membenciku”jawabnya membuatku sangat kecewa.

            “Oh gitu, ya udah deh!selamat ya!aku pergi dulu!”sahutku tersenyum pada mereka berdua.

            Busyet! Aku ketipu…benar-benar tertipu

            Harusnya, aku tak mengatakannya..

            Harusnya, aku bertahan pada prinsipku

            Aku harus menyimpan perasaanku walau sesuka apapun itu.

            Daripada aku mendapatkan malu….

           

            Aku melangkah gontai menuju kos-kosanku. Kurebahkan diriku di kasur. Tak bisa kupejamkan mataku. Brengsek! Gerutuku dalam hati. Dasar bajingan!

            Aku beranjak menuju kamar mandi. Kubasahi semua tubuhku dari rambut sampai ujung kaki. Aku ingin berlama-lama disini. Lama sekali. Gara-gara aku mempertahankan prinsipku bahwa benci bisa berubah menjadi cinta. Ternyata itu salah. Benci ya benci….cinta ya cinta…

            Ternyata semua pikiranku itu salah….salah semuanya.

            Cintaku yang kupendam selama itu berubah menjadi benar-benar benci.

            Dendam kesumat mengalir dalam aliran darahku.

            Aku membencinya sangat membencinya.

            Ternyata inikah rasanya membenci orang yang dicintai?

           

            Oh Joanne….

            Nasibmu sungguh malang…

            Karena…

            Cintamu termakan oleh gengsi.

 

            Aku mengguyur tubuhku penuh dengan air. Rasanya, aku ingin mati saja. Biar aku rendam tubuhku di dalam bathtub ini. Aku benamkan diriku di dalam air. Dan tak ingin muncul ke dunia lagi.

            Oh ya, mungkin ini jalan satu-satunya supaya mama dan papa bisa rujuk kembali. Setidaknya, mereka baru sadar betapa pentingnya kehadiran seorang anak. Tapi…mungkin saja mereka tak pernah peduli.

            Randy…aku akan menghantuimu selamanya….

            Selamanya…kau tak akan pernah bahagia.

            Lima, empat, tiga, dua, satu..kosong….

            Aku tak dapat menghirup udara lagi…

            Jiwaku sudah melayang…jauh…

            Menemui randy yang kubenci…

            Sekarang, aku bisa mengetahui dimana dia berada.

TAMAT


                                                          crycrycrycrycry

           

                       

   1 comments

Ally
September 26, 2006   11:00 AM PDT
 
Allow stroberi, member emo juga kan. Koq jarang kelihatan di forum. Eh aku save ceritanya yah...buru buru soalnya. nanti aku baca deh dirumah. Besok aku balik lagi ngasih koment. Ijin ngesaved yah...

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments