|
Wah, ada email yang masuk
nih! Pikir randy senang. Segera dia membukanya. Tapi, setiap hari kekecewaanlah
yang selalu dia dapat. Bukan dari si manis. Melainkan dari cewek lain yang mau
kenalan dengannya. Padahal, kalian tahu kalau
surat itu sebenarnya dari Joanne sendiri. Hanya dia berpura-pura jadi orang
lain. Katanya sih, gengsi gitu. Ce..i..le..jaman sekarang kok masih
gengsi-gengsian. Kata si penulisnya sendiri. He..he..he…he.. “Bukan dari jo, tapi
Irene. Siapa Irene ya?”Tanya randy resah. Kenapa dalam hatinya randy ingin
sekali membalas surat ini? Padahal jelas-jelas bukan dari dia. Melainkan orang
lain. Randy tanpa sengaja
ngeklik tombol tulis. Dan dia membalasnya. Subject: hi, boleh kok! To: Irene@yahoo.com Hi juga! Sapa bilang ga boleh? Memangnya aku ini
anaknya presiden? Oh, ya kita kenal dimana
ya? Rasanya nggak prnah chat deh! Randy
Send….delivered. Randy sedikit kecewa. Tiada hari tanpa kesendirian. Hidup hanya
dengan ayahnya saja. Ibunya sudah lama meninggal. Ayahnya pun di Yogyakarta.
Tahu sendiri bukan kalau ayahnya randy itu rector kampus. Randy merebahkan dirinya di kasur. Melamun…. Jika hati sudah tertambat Pada siapa aku kan mengadu Mencari hati yang sudah
melekat Tak peduli hatiku pasti
kan datang padaku… Biarlah waktu
yang akan menjawab semua.. Karena siapa
tahu sang pencipta memintaku bersamanya Joanne,
sayangku… Aku cinta
padamu…. Randy menutup matanya. Sepertinya, dia bermimpi indah…. Mimpi tentang dirinya….si
manis Joanne. * “Woaah…ehm!”aku menguap
lebar. Melirik jam wekerku. What’s sudah jam delapan pagi?. Aku bergegas bangun
dan mandi. Biar air dingin menusuk tulangku. Tak kurasakan sakitnya. Karena
hari ini adalah awal dari presentasiku di kampus. Tapi, sepertinya aku mendengar suara rintik-rintik
hujan. Aku mengintip jendela. “Busyet! Hujan deras,
gimana ini?”ujarku cemas. Cepat-cepat aku keluar dari kamar mandi. Pikiranku
benar-benar kacau. Tlit..tlit..tlit..bunyi
handphoneku mengejutkanku. “Ya, astrid ada apa
nih?”tanyaku “Hei jo, kelas dibatalin,
kamu di kos-kosan ya?”ujarnya Apa? Kelas dibatalkan?
Payah…padahal semalaman aku sudah mempersiapkan diriku untuk tugas yang satu
ini. Aku jatuh terduduk. Aku menutup ponselku. Tak
ada yang ingin kujawab. Hanya, sebuah kekecewaan yang ada. Seperti bulan dalam
khayalan… Menangis sedih tak berair
mata… Seperti manusia ingin meraih bintang… Tak ada guna melukai diri
sendiri…. Aku duduk termangu. Tak ada gunanya menyesali. Aku menyalakan komputerku. Seperti biasa jika aku sedang dalam keadaan suntuk. Kira-kira randy ngereplay nggak ya? Gimana kalau aku pakai nama asliku saja. Tapi, nanti dia pasti kegeeran. You have 1 message Wah…ada Klik…. Aku membaca isinya, benar!
Dia tidak tahu kalau itu aku yang menulisnya. Aku teruskan saja. Sampai
nanti dia benar-benar sadar bahwa sebenarnya itu adalah aku. Kadang, hati tidak sama
dengan perkataan…. Kadang, tak semua
perkataan sama dengan hati… Kadang, semua itu terjadi
karena satu alasan…. Kadang, menyimpan di hati
lebih aman daripada…. Mendapatkan malu… * BAB 3
Keinginan kuat untuk membujuk mama supaya bisa rukun
kembali dengan papa membuat pikiran terasa begitu penat. Tak ada satupun cara
yang membuatku bisa mencoba menyatukan mereka. Mungkin jika aku benar-benar
mati dan tak ingin hidup lagi. Kemungkinan bisa mendamaikan mereka berdua. Kira-kira …. Apa masih bisa?.. Tak mungkin…. “Joanne!bangun!”teriak
mama memanggilku. Ah…..di hari ini aku benar-benar kelelahan sekali.
Sepertinya, aku baru ingat kalau hari ini adalah hari dimana randy akan pergi
meninggalkan kota Yogyakarta. Randy akan pergi
meninggalkan kota ini? Kampus ini? Tanyaku gelisah. “Ada apa sayang?”Tanya
mama melihatku cemas. Aku terdiam melamun. Lalu
menatapnya. “Ma, kira-kira kalau cewek
bilang suka sama cowok boleh nggak?”tanyaku. Mama tersenyum memandangku
yang berwajah penuh kegelisahan. Dia mengangguk.”Boleh
sayang, daripada Cuma disimpan?iya kalo dia juga suka sama kamu kan
enak”jawabnya padaku. Aku memalingkan muka.
Gimana bisa dia suka? Dia kan benci sekali padaku. pernah kujambak rambutnya
lagi. Gara-gara dia baca bukuku. “Kenapa sayang?kamu suka
siapa?”Tanya mama penasaran. “Ehm…teman sekampusku,
namanya Randy”jawabku. “Randy, orangnya cakep
nggak?”tanyanya Aku tersenyum dan
mengangguk.”Iya, tapi…” “Tapi apa
sayang?”tanyanya. Aku menangis.”Dia sudah
membenciku”sahutku terisak-isak. “Kenapa dia benci sama
kamu sayang?” Aku masih menangis. “Aku salah sama dia ma,
aku kira kalau kita benci sama cowok nanti aku bakal suka sama dia,
tapi…tapi…dia salah mengerti”ujarku. Mama memelukku.”Ya sudah
sayang, nggak apa-apa” “Terus, jo harus
gimana?apa jo harus minta maaf sama dia sebelum dia pergi?”tanyaku Mama mengangguk.”Daripada
terlambat tak ada gunanya?” “Tapi, jo malu ma” Mama tersenyum”Tidak usah
malu, jangan seperti papa, orangnya keras kepala. Akhirnya kan jadi seperti ini” “Ma, kalau dia tidak suka
gimana?”tanyaku ketakutan. “Pasti dia suka sama kamu
sayang” “Darimana mama tahu?” “Kalau perasaanmu saja
suka sama dia, berarti dia juga sama”ujarnya menenangkanku. “Benar?” “Benar sayang, temuilah
dia sebelum terlambat”pintanya. Mimpi itu…yang kulihat
saat itu adalah Randy sudah pergi meninggalkanku sendiri. Gambaran itu begitu
terasa jelas. Lalu, aku harus bagaimana? Tanyaku gelisah. Tak bisa kubayangkan jika
aku mengatakan suka padanya. mukaku ditaruh dimana. Mama memintaku lekas dan
menemuinya. Cintaku akan pergi jauh. Jika tak kukatakan sekarang, nanti tak
berguna. Dia..selalu meminjam bukuku. Walau dia bungkam gara-gara setelah
tragedy memalukan itu. Sudahlah…aku harus mengatakannya. Harus…tak boleh tidak. Aku bergegas menuju kampus
UGM. Mencari astrid dan temannya randy. “Hei…astrid!kau tahu
dimana randy?”tanyaku Astrid terdiam
melongo.”Ha? kenapa tiba-tiba kamu nanyain dia?” “Ah, sudahlah dimana dia
sekarang?”tanyaku. “tadi, aku lihat dia pergi
sama Andi. Mungkin sekarang, dia ada di Hall A”sambung astrid terheran
melihatku panik. “Ok!aku kesana ya?”kataku
padanya lalu meninggalkannya. Aku berlari mencari sosok randy…kira-kira apa dia
masih disini? Aku mencari dan mencari. Aku…mencari sosok yang
akan pergi dariku… Tak…ada bayangan satupun
yang kulihat… Jika dia pergi…. Aku akan mati menyimpan
rasa duka yang kubuat sendiri… Aku harus menemukannya.
Sambil kubawa buku-bukuku yang pernah dia pinjam dulu. Aku ingin memberikannya
kenangan. Setidaknya satu buku yang dia suka. Sepertinya, aku
melihatnya. Itu dia! Dia memakai kaos kemeja biru. Langkahku berhenti
tiba-tiba. Aku sedikit takut. Perlahan-lahan aku mulai mendekatinya.
Aduh…gimana ini? Kalau dia melihatku. Aku malu. ”Ran..randy”panggilku. Dia menoleh ke arahku. Dan terheran. Aku bisa
melihat raut wajahnya tersirat kebingungan. “Joanne?ada apa?”tanyanya.
busyet!dia menyapaku balik. Apa
dia melihat kalau aku gemetaran? Dia juga tersenyum padaku.
Ya Tuhan! Cakep sekali. Dia mulai menghampiriku. Aku
tertegun sekaligus ketakutan. Pesan dari mama haruskah kusampaikan? “Ran..aku min..minta maaf
kalau dulu aku pernah salah sama kamu”ujarku padanya dengan menunduk malu. Dia tersenyum lagi.”Nggak
apa-apa kok!justru aku yang harus minta maaf, soalnya aku sebenarnya sengaja
membuka map filemu itu” jawabnya membuatku terkejut. “Ja..jadi kamu baca beneran ya?dasar kamu!”ujarku
geram. Dia tertawa.”Aku baca kok
tulisanmu itu” Aku terdiam. Rona mukaku
berubah menjadi merah. “Kau baca apa?”tanyaku “Kau suka padaku
bukan?”ujarnya. What’s beneran dia baca
tuh bagian penting dan memalukan itu. Busyet!!!! “Iya, aku memang
sejujurnya suka sama kamu, jadi sebelum kamu pergi aku katakan saja daripada
menyesal”sahutku malu. “Jo, aku mau bilang kalau
aku…”jawabnya terputus setelah dibelakangnya ada seorang cewek yang
memanggilnya. “Sayang, yuk
berangkat!”ucap wanita misterius itu. Aku memandangnya. Randy tersenyum juga
padanya.”Iya sebentar lagi deh, Rhanie!mau kukenalkan sama temenku yang dulu
pernah jambak rambutku nggak?”ujarnya pada wanita itu. Aku sama sekali tidak
mengerti sebenarnya, apa maksudnya dia padaku? “Oh ya!mana sayang?”Tanya
wanita itu padanya. Randy menoleh padaku dan
tersenyum. Senyumannya menyimpan kelicikan. “Jo, kenalin ini cewekku.
Dia anaknya temannya papaku, aku sudah jalan sama dia enam bulan ini”ujarnya
membuatku terkejut setengah mati. Malah, mungkin benar-benar mati. “Cewek kamu? Jadi selama
ini kamu sudah punya cewek?’tanyaku penasaran. Dia mengangguk. “Makasih ya, sebenarnya dulu
aku juga suka sama kamu, tapi…kejadian waktu itu membuktikan bahwa kamu sudah
benar-benar membenciku”jawabnya membuatku sangat kecewa. “Oh gitu, ya udah
deh!selamat ya!aku pergi dulu!”sahutku tersenyum pada mereka berdua. Busyet! Aku
ketipu…benar-benar tertipu Harusnya, aku tak
mengatakannya.. Harusnya, aku bertahan
pada prinsipku Aku harus menyimpan
perasaanku walau sesuka apapun itu. Daripada aku mendapatkan
malu…. Aku melangkah gontai
menuju kos-kosanku. Kurebahkan diriku di kasur. Tak bisa kupejamkan mataku.
Brengsek! Gerutuku dalam hati. Dasar bajingan! Aku beranjak menuju kamar
mandi. Kubasahi semua tubuhku dari rambut sampai ujung kaki. Aku ingin
berlama-lama disini. Lama sekali. Gara-gara aku mempertahankan prinsipku bahwa
benci bisa berubah menjadi cinta. Ternyata itu salah. Benci ya benci….cinta ya
cinta… Ternyata semua pikiranku
itu salah….salah semuanya. Cintaku yang kupendam
selama itu berubah menjadi benar-benar benci. Dendam kesumat mengalir dalam aliran darahku. Aku membencinya sangat
membencinya. Ternyata inikah rasanya
membenci orang yang dicintai? Oh Joanne…. Nasibmu sungguh malang… Karena… Cintamu termakan oleh
gengsi. Aku mengguyur tubuhku
penuh dengan air. Rasanya, aku ingin mati saja. Biar aku rendam tubuhku di
dalam bathtub ini. Aku benamkan diriku di dalam air. Dan tak ingin muncul ke
dunia lagi. Oh ya, mungkin ini jalan
satu-satunya supaya mama dan papa bisa rujuk kembali. Setidaknya, mereka baru
sadar betapa pentingnya kehadiran seorang anak. Tapi…mungkin saja mereka tak
pernah peduli. Randy…aku akan
menghantuimu selamanya…. Selamanya…kau tak akan
pernah bahagia. Lima, empat, tiga, dua,
satu..kosong…. Aku tak dapat menghirup
udara lagi… Jiwaku sudah
melayang…jauh… Menemui randy yang
kubenci… Sekarang, aku bisa
mengetahui dimana dia berada. TAMAT
|
| Ally September 26, 2006 11:00 AM PDT Allow stroberi, member emo juga kan. Koq jarang kelihatan di forum. Eh aku save ceritanya yah...buru buru soalnya. nanti aku baca deh dirumah. Besok aku balik lagi ngasih koment. Ijin ngesaved yah... | ||
| Leave a Comment: |