Lovena
JOanne
Sinopsis:
Joanne adalah seorang cewek yang berusia sembilan
belas tahun. Berkuliah di Universitas
Gadjah Mada. Joanne tinggal dengan saudara sepupunya di solo. Tapi, ngekost
sewaktu kuliah di Yogyakarta. Setiap hari sabtu dan minggu dia pulang ke solo. Hidupnya berubah
seketika saat dia tanpa sengaja bertemu dengan Randy, teman sekampusnya. Joanne
merasa tertarik dengan Randy. Akan tetapi, dia sepertinya harus menahan rasa
cintanya yang mendalam karena Randy ternyata
menunjukkan sikap acuh tak acuh padanya. Joanne hanya bisa
menyembunyikan perasaannya dengan pura-pura membencinya. Karena hanya dengan
cara itulah Joan merasa bisa lebih dekat dengan Randy.
Dan, ketika
saatnya Joan memberanikan dirinya untuk mengungkapkan perasaannya pada Randy.
Ternyata, Randy ditugaskan untuk kuliah di Surabaya.
Kekecewaan terjadi pada diri Joanne. Karena..ternyata, apa yang Joanne
perkirakan semuanya salah.
Karakter Tokoh:
1. Joanne : Cerewet, usil dan suka jaim
2. Randy :
Cuek, tapi suka menyimpan perasaan.
Latar belakang:
Kehidupan seorang
cewek yang mencintai seseorang tapi, terlambat menyatakannya. Tak ada kata
penyesalan.
Amanat:
Kalau suka
langsung katakan saja. Tidak usah berpura-pura membenci, karena siapa tahu yang
dibenci ternyata menganggapnya benar-benar benci. Maka, jadi cewek harus
konsekuen dengan semua perkataannya.
***
BAB 1
Randy akan pergi
minggu depan. Pergi ke Surabaya.
Randy adalah seorang cowok berusia
dua puluh empat tahun. Kuliah mengambil jurusan Desain Grafis komputer. Randy
tergolong mahasiswa yang pintar. Dan nilai Ipnya diatas rata-rata tiga koma
nol-nol. Dan dia termasuk cowok yang supel, banyak bergaul dan punya banyak
teman.
Randy akan pergi
dalam kurun waktu seratus enam puluh delapan jam dari sekarang.
Randy itu gemar membaca buku. Setiap
hari dia meminjam buku teman-temannya. Dia juga mempunyai musuh. Musuh Randy
berjenis kelamin cewek. Bernama Joanne, usianya lima tahun dibawah
Randy. Dia sangat manis. Bahkan Randy sering menyebutnya si hitam dan jelek.
Maka dari itulah Randy dan Joanne saling bermusuhan.
Randy akan pergi
dalam detik ke enam ratus empat ribu delapan ratus. Dan kepergiannya akan
membuat hati Joanne menderita.
Randy memandang Joanne penuh arti.
Tidak…dia hanya menatap fotonya saja. Tidak lebih!
Tapi, perkataan Joanne yang selalu
mengisyaratkan kebencian membuatnya menjadi penuh keraguan.
Joanne adalah aku
sendiri.
Dan saat ini, aku menanti waktu
kepergian Randy meninggalkanku.
Detik demi
detik…..
Jam demi jam….
Hari demi hari….
Tahun demi tahun….
Sampai waktunya
tiba aku mengatakan suka padanya.
Bukankah penantian
itu lama sekali, padahal…..
Aku tidak suka menanti. Dan juga aku
merasa gengsi…karena aku cewek.
*
“Berisik tahu!”seruku pada cowok
itu. Baru saja masuk kelas baru. Tingkahnya sudah membuat seisi kelas menjadi
seperti layaknya pasar Kempreyeng. Cowok itu memandangku. Lalu akhirnya terdiam
membisu. Sebenarnya, siapa dia?kurasa aku akan tahu setelah daftar absen
dibacakan oleh Dosen itu. Dan, sepertinya dia sudah mencuri perhatian pertamaku
dikelas ini.
Seorang lelaki bertubuh tegap masuk
kedalam ruangan. Tingginya berkisar antara seratus tujuhpuluh sentimeter kubik.
He..he..he…nggak pakai kubik. Dia meletakkan tasnya yang besar. Mungkinkah
tasnya itu berisi beberapa bom. Berkhayal lagi.
Pandangannya tertuju padaku.
karena…..karena….karena…..
Benar! Aku duduk tepat didepan dosen
itu. Dia tersenyum padaku. akupun tersenyum padanya.
He..he..he…he…
“Manis, siapa namamu?”sapanya
padaku. tapi, pastilah aku sedikit jaim. Sambil berdehem aku menoleh kesamping
lalu kebelakang.
“Siapa?saya?”tanyaku pura-pura tidak
tahu.
Busyet!aku dipanggil si manis?
Memangnya aku ini seekor kucing? Yah…kulitku memang hitam. Bukan sih! Tapi,
sawo matang. Dibandingkan dengan cowok peribut itu, aku tidak ada apa-apanya.
“Iya, kamu mbak!memangnya disini
yang hitam siapa selain kamu!”ujarnya mengejekku.
Brengsek! Dosen ini mengolok-olokku.
Nggak sopan!gerutuku.
“Nama saya Joanne”sahutku kikuk.
Aku cemberut. Dan, semua mahasiswa
di kelas ini menertawaiku.
Kurang ajar!awas kalian. Gertakku
sambil menunduk malu. Tapi, sepintas aku melihat cowok peribut itu diam. Tidak
ikut tertawa seperti yang lainnya.
Benar-benar! Dia…
Mencuri perhatianku.
Disaat mereka semua mengejekku.
Hanya dia yang diam membisu. Dan memandangku.
Aku simpati.
*
Pukul 10.00 wib
“Sekarang, saya akan memanggil
kalian, dan perkenalan pertama ini yang saya suka adalah cewek item yang
namanya Joanne”ujarnya. Membuatku tambah malu. Malu luar biasa.
“Astrid”panggil dosen itu.
“Saya pak!”jawab cewek berbaju biru
itu.
“Aziz,
B…C…D…E…F…G…H…I…Joanne….”panggil dosen itu lalu memberhentikan absennya.
“Saya pak!”sahutku mengangkat
tangan.
Dosen itu tersenyum.
Aku tersenyum kecut.
“Kamu manis sekali, pasti nanti
banyak semut mengerubungimu”ujarnya.
Yah…memang, dimana ada gula disitu
pasti ada semut.
He..he…he…semut menyukaiku karena
aku manis seperti gula.
Tapi, semut apa dulu nih?
Jangan-jangan semut daging. Waduh…gawat..bisa mampus aku!candaku dalam hati.
Aku meringis sendiri. Dan tanpa
sengaja aku melihat dia. Dia membalas senyumku. Waduh…hatiku..kebat-kebit.
Akhirnya sampai juga pada absen
dimana dia menjawabnya.
“Randy!”panggilnya.
“Saya pak!”aku menoleh seketika itu
juga.
Oh…namanya Randy…pantas keren. Cakep
lagi.
Randy…randy…
Aku mencatatnya di kertas fileku.
“Manis!”panggil dosen itu padaku.
Aku menatapnya.”Iya pak!”sahutku.
akhinya, sekarang aku refleks dipanggil dengan sebutan seperti itu.
“Kamu dan Randy sepertinya cocok,
manis dan putih. Seperti kopi sama susu”ejeknya lagi.
Bulsyiet! Dosen ini menghinaku.
Aku meringis. Lalu memandang cowok
itu.
Dia hanya terdiam membisu.
*
“Hei, manis! namamu Joanne ya?dosen
itu senang sama kamu ya? Dari tadi yang diperhatiin kamu terus”Ujar astrid
menghiburku.
Aku…sama sekali tidak merasa
terhibur.
“Ah, masa’ sih?sahutku tersenyum
kecut.
Astrid tertawa.”Ha..ha…benar joan,
kita sobatan yuk!”ujarnya menyodorkan tangan persahabatan padaku.
“Aku sih!senang-senang aja”sahutku.
“Yuk, ke kantin?”pintanya
Aku mengangguk setuju.”Ayo!”
Dalam perjalanan menuju kantin. Aku
berpapasan dengan cowok peribut itu. Seperti biasa dia bercanda dengan
teman-temannya.
Dan…dia menatapku.
Disaat yang bersamaan aku mendengar
celetukan mereka.
“Manis, mau kemana?”celetuk mereka
semua mengejekku.
Tapi, cowok itu tidak ikut
mengejekku. Tapi, dia terus menatapku.
Simpatiku bertambah. Tapi…
Seketika itu berubah Ilfeel.
Karena…..ternyata tanpa kuduga dia mengejutkanku.
“Kopi manis dicampur susu, kira-kira
rasanya enak nggak ya?”ujar cowok yang bernama Ran….randy itu. Ikut-ikutan
mengejekku.
“Brengsek!kamu Ran!beraninya kamu
ngejek aku?”seruku padanya. Datang menghampirinya. Lalu menamparnya seketika
itu juga.
Dia tertegun. Teman-temannya
terhenyak melihatku.
Astrid hanya melongo.
“Kok, kamu maen tampar-tamparan
gini?kenapa bukan dosen itu aja yang kamu tampar?!!”sahut randy marah.
Aku terdiam. Menatapnya dalam-dalam.
Lalu berlalu meninggalkannya.
Berlari….
Astrid mengejarku. Aku….aku….
Di hari pertama kuliah ini,
aku…sakit hati.
Ditertawakan olehnya, padahal aku
simpati padanya. Brengsek! Sok cakep tapi, bermuka dua.
Tapi, benar juga perkataannya.
Kenapa bukan dosen itu saja yang kutampar?kenapa harus dia? Tanyaku resah.
*
Aku memandang kertas file itu.
Tertulis beberapa coretan nama. Inisialnya”R”. r.a.n.d.y.Yup! Randy!
Kuambil spidol orange dan kulingkari
nama itu dan kuberi hiasan. Supaya terlihat lebih hidup.
“Kurasa tadi siang, aku sudah
keterlaluan padanya”ujarku bicara sendiri.
Kupandang langit-langit kamarku.
Ah…apa aku perlu minta maaf? Tanyaku
dalam hati.
(Tidak usah saja!kayak nggak punya
harga diri. Suara hatiku mengadu.)
Tapi….
Sepertinya aku ada rasa padanya.
Batinku.
(Tidak!kamu benci padanya. Jangan
terjebak emosi sesaat. Suara hatiku mengadu lagi.)
“Tapi…dia sepertinya baik”ujarku
lagi.
(Tidak!kalau dia baik, kenapa tadi
dia ikutan mengejekmu?berontak suara hatiku lagi.)
Hiks…hiks…hiks…L
Aku menangis.
Kok, di hari pertama kuliah, aku
sudah suka sama cowok sih!
Cowok itu lagi. Bete…..
Hiks…hiks…hiks….
*
Randy menata bukunya. Malam ini dia
belum pulang karena seharian dia berada di perpustakaan kampus. Hobi Randy
adalah membaca. Dan setelah itu bermain internet,chating,browsing.
Randy memasukkan beberapa disket
ditasnya. Buku-buku pelajaran tentang desain grafis yang berjumlah sekitar lima buah.
Benar-benar dia seorang kutu buku yang cakep.
Beda….
Bila dibandingkan dengan Joanne.
Yang hobinya, ternyata cuma ngelamun saja.
Randy keluar dari perpustakaan.
Dihari pertama kuliah masih belum ada mata pelajaran yang diajarkan tetapi,
Randy sudah semangat belajar.
“Randy!”sapa temannya sambil menepuk
bahunya dari belakang.
Randy menoleh.
“Apa?”sahutnya.
“Kamu mau pulang?”
Randy menangguk.”Ya, sudah tiga jam
lebih aku di perpustakaan lalu ke internet sebentar”ujar randy.
“Oh, udah makan belum?”Tanya teman
randy.
Randy menggeleng.”Belum?makanya
perutku dari tadi keroncongan”
“Kalo gitu aku traktir kamu
ya?kebetulan dompetku lagi tebel-tebelnya”sahut temannya.
Randy tersenyum.”Ok!”
Mereka berlalu dari halaman kampus.
Menuju warung.
*
Randy menyantap makanannya dengan
lahap. Benar sekali, dia kelihatan seperti manusia yang belum makan seharian.
Biarpun cakep tapi, dia agak rakus juga.
“Ran, gimana tadi rasanya ditampar
sama si manis?”Tanya teman Randy.
Randy terdiam. Memikirkan sesaat.
“Andi, si manis itu memang
benar-benar manis”sahut randy.
“Kayaknya kamu suka sama cewek itu
ya?”ujar Andi
Randy terdiam.
“Kenapa kamu nggak jawab?”sambung
andi sambil menggodanya.
Randy tetap diam.
Rahasia…tetap rahasia. Biarpun
bicara dengan sesama cowok. Tapi, dia agak sensitive dengan yang satu ini.
“Kalau aku jadi kamu ran, aku bakal
balas dia”ujar andi agak geram melihat kediaman Randy.
“Sudahlah, cewek dimana-mana lemah.
Kasihan”sahut randy.
*
“Vica,aku pergi dulu ya!”pamitku
padanya.
“Ya!salam buat Randy”sahut teman
kostku mengejek.
Aku Joanne, umurku sembilan belas
tahun. Kuliah di Universitas Gadjah Mada. Dan setiap hari senin sampai jum’at
aku di kost-kosan. Tapi, setiap sabtu dan minggu aku pulang di rumah sepupuku
di solo. Hidupku penuh penderitaan. Orang tuaku sudah bercerai. Mereka terlibat
cekcok adu mulut. Karena itu sebabnya, aku benci dengan cowok.
Papa sudah meninggalkanku selama
tiga tahun ini. Mamaku juga pergi meninggalkanku sendiri menikah dengan pria
lain. Ketahuan kalau sebenarnya siapa yang selingkuh duluan?
Papa selingkuh..dan mama telah
membalasnya.
Sepertinya, dendam sudah
dilaksanakan. Tapi…sekarang, siapa yang lebih menderita?
Aku…
Aku ditinggalkan sendirian disini.
Tak ada rasa kasihan sedikitpun. Mereka hanya mengejar keegoan masing-masing.
Hanya memberikan penghidupan yang
layak buatku. Tanpa kasih sayang dari mereka.
Sebenarnya, mereka itu apa? Manusia
atau bukan?
Tak pernah sedikitpun mereka
mempunyai waktu mengunjungiku disini. Hanya kesendirian dalam keheningan.
Langkahku sudah sampai tepat di
depan kampus UGM. Kampus yang sangat terkenal dengan pendidikannya. Akan
tetapi, zaman sekarang juga terkenal dengan moral bejatnya. Maka dari itu mata
para dosen sedikit jelalatan apalagi para mahasiswanya.
Entah mereka sudah tertular virus
darimana. Pasti dari Amerika sana. Sebuah negara yang dengan pelan-pelan merusak mental regenerasi
bangsa Indonesia.
Dengan pengaruhnya yang bisa
menghipnotis jiwa mahasiswa disini.